Bara meletakkan pistol miliknya di atas meja, dan bersandar dengan nyaman di sofa dengan gaya yang jelas sama sekali tidak sopan. Bara bahkan tidak berpakaian rapi seperti biasanya. Ia memang mengenakan kemeja dan celana bahannya, tetapi Bara tidak berusaha untuk merapikannya. Bara menatap Edelia yang jelas-jelas tengah menatapnya dengan penuh kebencian. Bukan sekali dua kali Bara mendapatkan tatapan penuh kebencian seperti ini. Dengan profesinya dan lingkungan di mana dirinya hidup, Bara jelas selalu harus berhadapan dengan musuh yang tak segan-segan untuk menunjukkan kebenciannya. “Tidak perlu menatap penuh kebencian seperti itu padaku. Aku sudah terlalu sering mendapatkan pandangan seperti itu, hingga tidak lagi terpengaruh,” ucap Bara dengan nada santai yang terdengar sangat k

