Celah

1228 Kata

"Sekali lagi kutegaskan. Aku, bukan Luna. Luna-mu sudah mati sejak lama. Mati karena semua keegoisanmu, Dominik." Dominik yang mendengar seruan tersebut terlihat terluka, tetapi secepat mata berkedip Dominik menyimpan perasaannya itu dengan baik. Dominik pun menarik tangannya yang semula akan berusaha untuk kembali membawa Edelia ke dalam pelukannya. Kini, Dominik menatap Edelia dengan penuh kerinduan. Tatapan hangatnya, sebenarnya terasa lebih dari cukup untuk membuat para perempuan yang mendapatkan tatapan tersebut meleleh begitu saja. Namun, Edelila tampak tidak termasuk ke dalam golongan tersebut. Edelia malah terlihat begitu siaga dengan apa yang akan dilakukan oleh Dominik selanjutnya. "Aku benar-benar merindukanmu, Luna," ucap Dominik sungguh-sungguh. Dominik mengabaikan peringat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN