Arsa menahan napas beberapa detik. Prita kembali merendahkan sang istri. Awal mereka berhubungan, memang Prita selalu merendahkan Amelia. Ibu rumah tangga sama sekali tidak ada harganya di mata wanita yang karirnya sedang menanjak. "Tidak bisa mendadak. Istriku punya banyak kagiatan. Ia harus mengantar dan menjemput anak-anak. Ada banyak pekerjaan yang dilakukannya." "Istriku? Wow ... luar biasa! Apa kamu mulai kembali jatuh cinta lagi pada wanita dekil itu, Mas?" "Astaga! Kenapa sepagi ini kamu mencari masalah! Tidak bisakah tidak membahas penampilan. Oke, aku tahu kamu selalu wangi, bersih, dan tampil cantik. Tapi, bukan berarti kamu bisa seenaknya menghina wanita lain." "Rupanya kamu lebih membela istrimu itu! Baiklah. Aku akan nekat. Mari kita lihat, jabatab siapa yang akan terjun

