Seharian ini, sudah keluar masuk kafe untuk mencari tahu membutuhkan tenaga kerja atau tidak. Sayangnya, sampai kafe ke sepuluh pun masih mendapatkan hasil yang tidak dia inginkan. Belum ada yang membutuhkan karyawan tambahan. Ternyata memang sesusah ini mencari pekerjaan. “Huft, gua harus ke mana lagi ini?” gumamnya. Mengusap keringat yang mengucur dari dahinya. Kalau saja tidak ingat dengan kebutuhan hidup yang makin mencekik sedangkan simpanan uangnya makin sedikit, Audya memilih akan pulang saja. Sayangnya, dia harus segera mendapatkan pekerjaan itu. Duduk di kursi yang ada di trotoar jalan. Ke mana lagi harus mencari. Sudah meminta bantuan Liam, namun pria itu belum juga memberinya hal baik. Ya, tidak salah sih karena Audya merasakan betapa sulitnya. “Sepertinya memang gua harus pul

