“Mm... mau langsung pulang atau mampir dulu?” tanya Liam ragu. Setelah beberapa menit berdebat, Audya menurut untuk pulang dengan Liam. Sudah malu ada beberapa orang yang mencuri dengar. Tidak mau makin mempermalukan dirinya yang mungkin dikira orang tengah ngambek pada kekasihnya. Sedikit menghargai upaya Liam juga. Pria itu masih mengenakan setelan rapi. Kemungkinan dari kantor langsung datang. Itu yang membuat Audya bingung, jarak kantor mereka kan jauh. Kok Liam bisa sampai kantor ini tepat jam pulang. Sedangkan jam pulang kantor ya kebanyakan sama. Apa jangan-jangan dia mengendarai mobilnya gila-gilaan? “Langsung balik saja. Sudah sore.” Audya terlalu malas untuk sekedar mampir. Badannya ingin segera diistirahatkan. Sudah rindu dengan kasur dan bantal. Sepertinya malam ini Audya aka

