“Papa dari mana? Biasanya kalau hari Minggu kan di rumah terus. Ini pergi-pergi terus. Nau mau ikut juga enggak boleh.” Gadis kecil itu mencebikkan bibirnya kesal. Hari Minggu yang biasanya digunakan untuk bermanja dengan sang ayah terganggu. Yang biasanya seharian bersama walau sekedar menonton televisi, hari ini sudah dua kali ke luar rumah. Pertama saat mendekati jam makan siang, dan yang kedua dua jam lalu. Sebelum matahari tenggelam ke peraduannya. Saat dia meminta ikut, sampai merengek, tetap juga tidak diizinkan ikut karena katanya urusan orang dewasa. “Papa dari ketemu seseorang, Sayang. Ayo Nau masuk sama papa. Sudah makan belum?” Argantara menarik senyumnya. Huh, sangat sulit terlihat biasa saja saat hatinya sedang tidak baik-baik saja. Melihat putrinya, membuat dia ingin kemba

