Audya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Ternyata sudah lama juga menemani Naura main. Sekitar dua jam. Ingin pamit pada bocah itu, tapi tidak tega. Naura masih asyik dengan dunianya sendiri. Berbicara dengan bonekanya. Akhirnya Audya hanya bisa diam. Menunggu sampai Naura bosan dan ingin menyudahi. “Nau, itu kak Audy nya mau pulang. Naura sudah selesai kan mainnya?” Suara dari arah pintu mengejutkan Audya. Mengusap bagian jantungnya yang berdetak begitu cepat. Kalau saja bukan atasannya, Audya sudah memaki. Apa sulitnya, masuk salam. “Nau belum selesai papa. Ini masih main. Barbie Nau lagi mandi,” jawab Naura menunjukkan barbie nya yang tidak berbusana. Audya yang melihat itu meringis. Rasanya seperti ditelanjangi. Walau hanya mainan, tubuh barbie itu kan ada tonjola

