74. Ketulusan Hati

1283 Kata

Babi itu telah dilepasnya. Dia bersiap menyantapnya, dengan mulut menyeringai menunjukkan giginya yang sedikit runcing. Diangkatnya babi itu mendekati mulutnya. Mengendus daging berlemak itu sebelum mengoyaknya. Namun baru saja giginya menyentuh daging babi itu, seseorang menariknya menjauh. “Jangan lakukan! Kamu harus bisa melawan hasrat iblis itu dari dirimu!” bisik seseorang parau di dekat telinganya. Wanita itu menggerang keras, dia memberontak dari lelaki yang memeluk perutnya, namun tak berhasil. “Maafkan aku ...,” sesal lelaki itu. Kemudian dia memukul tengkuk wanita itu hingga pingsan. Sebutir airmata lelaki itu menetes, dengan bibir gemetar ia bergumam, “maafkan aku. Kau harus bertahan, Sayang. Kau harus bisa melalui fase ini.” *** Dia terbangun malam hari berikutn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN