Akhir-akhir ini Jeje merasa diikuti oleh seseorang, ia merasa was-was semenjak kejadian diculiknya Dokter Russel yang lalu. Tapi tak mungkin, buat apa orang mengincarnya? Dia bukan tokoh sensasional, kaya juga tidak. Dia hanya Jeje, gadis ceria yang sederhana. “Benar kan, Mochi? Tak mungkin ada yang tertarik menculik kita!” celetuk Jeje, dia menatap Mochi yang berjalan disampingnya dengan mengulum permen karetnya. PLOP! Mochi memberi kode ’OK’ sembari meletuskan gelembung permen karet yang dibuatnya. Mereka tengah berjalan kaki menuju ke rumah sakit, karena ban sepeda ontel Jeje bocor. Gadis itu belum sempat menambalnya. “Tapi Mochi, Jeje sedang parno. Seperti ada yang mengikuti kita.” Jeje mengintip ke belakang, mengawasi dengan teliti. Siapa tahu ada tanda orang yang mengu

