64. Sesuatu yang Lain

1169 Kata

“Nenek, apa yang terjadi? Apa Jeje telah ... memakan Bleki?” Airmata Jeje mengalir deras membayangkan dirinya segera menjadi makhluk yang membahayakan kehidupan di sekitarnya. “Apakah begitu?” tanya Nenek Imah, miris. Jeje mengusap mulutnya yang belepotan darah, lantas menatap tangannya yang penuh darah. “Aku tak ingat darimana darah ini berasal,” gumam Jeje, bingung sekali. Nenek Imah menggeleng sedih. Tanpa berkata apapun dia pergi meninggalkan Jeje, hendak mengurus mayat anjing peliharaannya. *** Padahal sudah sejam lebih Jeje mandi, namun dia masih merasa tangannya dan mulutnya belepotan darah. Terasa getir, berkali-kali Jeje menggosoknya hingga panas tangannya. Namun tindakannya tak bisa menghapus noda itu dari ingatannya. Jeje menangisi dirinya yang mungkin telah mel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN