Prof Haris memeriksa serum darah yang telah diprosesnya melalui mikroskop khusus miliknya yang memungkinkan obyek penelitiannya terlihat sangat detail dan hidup. Matanya berbinar-binar melihat penemuan barunya. Serum darah ini jelas lebih agresif dan semakin kuat dari terakhir ia mengolahnya ... seabad yang lalu! “Kekasihmu memang luar biasa, Sayang. Semakin tua, bukannya semakin loyo ... dia semakin agresif!” cetus Profesor Haris takjub. Jessica yang asik menguteks kuku kakinya, menjawab tanpa mengalihkan tatapannya dari kakinya. “Agresif apanya, Otosan*? Dia loyo sebelum miliknya masuk kedalam milikku.” *Otosan = Ayahku. Prof Haris menoleh pada putri sekaligus putra kandungnya, Dulu, dia adalah Tatsuya. Satu-satunya putra kandungnya, sebelum Prof Haris menukar tubuhnya dengan

