“Aku melihatnya, Lee,” Jessica mengakui dengan wajah tetap tenang. Paling tidak Jessica tak tampak histeris melihatnya, mungkin dia bisa menerima ‘keanehan’ dirinya. Harapan Lee timbul perlahan. Semoga, seperti Jeje. Gadis itu bahkan semakin mengejarnya setelah tahu keistimewaan Lee. Gadis yang aneh! Tak sadar Lee tersenyum mengingat kekonyolan gadis itu. “Lee, kau tersenyum. Kurasa kau percaya padaku, kan? Iya Lee, aku tak akan membongkar rahasianmu,” cetus Jessica yang salah mengartikan senyuman Lee. “Terimakasih,” sahut Lee datar. Jessica memeluk Lee mesra, dia berusaha menarik simpati kekasihnya. “Aku bangga padamu, Lee. Kamu pria baik. Bukannya memanfaatkan kelebihanmu untuk menarik keuntungan pribadi, kau justru menggunakannya untuk menolong sesama.” Berharap kekasi

