Setelah menyelesaikan meeting dengan beberapa klien dan investor penting perusahaannya, Azka meraih ponselnya. Sekretarisnya masih menyalin data yang akan disimpan untuk sang bos. Sudah waktunya jam makan siang, Azka yang sudah membuka ponselnya menemukan pesan balasan dari pria yang di kiriminya pesan dua jam lalu. Seseorang itu menyanggupinya. "Akan ku beri pelajaran jika dia berani macam-macam pada keluargaku," batinnya. "Sandra!" "Ya, Pak?" Sandra sekretarisnya menoleh pada bosnya, mereka memang belum keluar dari ruang meeting. "Kamu selesaikan saja setelah makan siang, sudah waktunya istirahat." "Baik, Pak. Terima kasih." Sandra membereskan berkas-berkas yang menumpuk di depannya, berdiri dan melangkahkan pergi setelah memberi salam hormat pada bosnya. Azka segera bangkit,

