Bab 15(done)

1415 Kata

     "Tak ada kebahagiaan yang pantas untuk kamu wahai Upik abu!!!" ___________________________________________ Seorang pria dengan gagahnya berjalan menuju salah satu ruangan dalam rumah besar dengan tiga tingkat.  "Masuk!!"  Suara bariton itu terdengar berat dari dalam ruangan yang tadi diketuk pria berbaju kerja, lengkap dengan dasinya itu. "Selamat siang,Pak," ucapnya sopan dengan tubuh membungkuk setelah berada di depan pemilik ruangan.     "Siang, Man. Sepertinya..kamu..sedang membawa informasi penting untuk saya. Silahkan duduk dulu!"  "Terima kasih,Pak. Arman duduk di kursi tepat di depan Sanjaya yang memandangnya dengan tatapan menyelidik. "Ada berita apa,Man?" "Maafkan saya,Pak. Ini sesuai yang Bapak tugasnya ke saya." Pria yang bernama Arman itu menyerahkan sebuah map

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN