Keluar dari kamar mandi, Azka menghela napas dalam-dalam. Istrinya masih di sana sesuai dugaannya. Beruntung dia membawa baju gantinya masuk kamar mandi sehingga tak membuatnya bertelanjang d**a dan berbalut handuk di depan Nara. "Kenapa masih di ssini?" Masih mode sinisnya. Nara menghela napas, keputusan sang diambilnya saat ini adalah pilihan yang paling tepat yang dianggapnya. "Kamu mau kan ketemu ka Alina?" Azka yang mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil ditangannya itu berhenti. Tak pernah tak menjadi penting jika pembahasannya adalah Alina. "Kenapa kamu nanya begitu?" Pria itu berharap tebakannya saat ini salah. "Aku bisa bantu kamu ketemu kak Alin kalau kamu mau tanda tangani surat perceraian ini!" Azka diam sejenak, dia tersenyum miring. Nara tak tau saja dia sering ber

