"Kerja kamu bagus, ingat jangan sampai ada rekam jejak yang tersisa soal ini. Untu urusan si tua itu, aku yang akan mengurusnya." Mama ngomong sama siapa? Nara memperhatikan Niken yang berbicara serius dengan seseorang di seberang sana yang Nara tak tau itu siapa, yang jelas ucapannya tadi menyita pendengaran Nara. "Mah?" Niken yang kaget akan kehadiran putrinya yang tiba-tiba langsung menutup sambungan telepon. Ia berbalik dan mengulas senyum manis untuk putrinya. "Sayang kamu kapan datengnya, kok udah di sini aja." Niken menghampiri Nara yang masih menatapnya penuh tanda tanya. "Mama telponan sama siapa?" "Ah, bukan orang penting, kok. Kamu jangan pikirin, ya." "Beneran?" "Iya. Ayo duduk dulu." Nara menghela napas, dia tak ingin berpikir macam-macam namun pada kenyataannya s

