29. Luka Tak Berdarah

952 Kata

Setelah Lintang dan Yuta puas bercinta, Yuta memeluk dan mengecup kening Lintang dengan segenap perasaan.   ‘’Lintang, ayolah kita menikah. Bukankah menyenangkan jika setiap malam bisa seperti ini?’’ bujuk Yuta.   Lintang tertawa, sebab dibali penampilan Yuta yang berwibawa tersimpan pikiran kotor.   ‘’Kenapa tertawa? Aku serius, dan jika kamu belum berminat hamil kita bisa menundanya,’’ timpal Yuta serius.   ‘’Menunda membuat’’ goda Lintang.   ‘’Ya bukan! Menunda hamilnya, kalau untuk proses membuat aku ingin setiap saat,’’ jawab Yuta semakin erat memeluk Lintang.   ‘’Aku ini satu bulan lagi ujian nasional, aku mau fokus dan harus bisa mendapat niai yang terbaik agar kedepannya bisa masuk universitas favorit,’’ terang Lintang mencoba menjelaskan.   ‘’Baiklah, aku tunggu samp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN