Sebulan kemudian Yuta sudah sembuh, pemuda itu juga merasa lega sebab perusahaan pusat yang dipegang adiknya mulai stabil berkat bantuan kakek Lita. Sehingga Yuta kini bisa fokus mengembangkan perusahaan cabang miliknya sendiri. Yuta juga senang, karena sebulan lagi berencana ingin menikah dengan Lintang. Hal yang selalu terpikirkan dalam benaknya ketika sembuh dan urusan perusahaan selesai. Tiba - tiba seseorang yang tengah dirindukan itu datang, Lintang membawakan makanan. "Pagi, Yuta. Pasti belum sarapan kan? Ayo aku suapi," sapa Lintang tersenyum manis. Yuta langsung menutup laptopnya dan menghampiri calon istrinya. "Tapi aku lebih tertarik sarapan yang lain," goda Yuta. "Maksudnya?" tanya Lintang tidak mengerti. Yuta langsung mengambil alih makanan yang dibawa Lintang, kemudian

