Chapter 52

880 Kata

Melihat raut wajah Alice yang dipenuhi kesedihan, kecemasan dan ketakutan, seketika Tadashi mengerti apa yang baru saja terjadi. Ditambah melihat raut wajah Yoon yang dipenuhi siksaan kepedihan, ia tidak bisa menahan diri lagi. Mendengar langkahnya, Alice membuat jarak antara dirinya dan Yoon yang sama-sama terduduk di lantai. Tadashi berlutut. Dan tanpa mengatakan apa pun, ia meraih Yoon ke dalam pelukannya. Ia bukan tipe orang yang akan menunjukkan kesedihannya di hadapan orang lain. Bahkan di hadapan kedua orang tuanya sekali pun. Dan jelas karenanya, ia bahkan tidak pernah menangis di depan siapa pun. Tapi kini, Tadashi menangis. Ia memeluk tubuh Yoon erat-erat. Seolah ketakutan jika gadis ini akan lari dan meninggalkannya. Sementara Yoon yang berada dalam dekapannya, ia membeku.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN