Bagaimana caranya ia memberitahu gadis itu mengenai semua ini? Begitu lama bagi Tadashi untuk memikirkan hal ini, tapi ia tetap tidak menemukan jawaban. Tak ada pilihan menyenangkan untuk mencegah Yoon terluka. Apa pun yang akan dilakukannya. Bagaimana pun caranya, semua mewujudkan satu hasil yang sama. Tadashi merasa begitu frustasi dan tertekan sampai wajahnya memucat. Seolah seluruh darah telah menghilang dari wajah tampannya. Ia kini terlihat persis seperti orang sakit yang berjalan linglung sepanjang lorong. Ia bahkan nyaris melewatkan pintu apartemennya sendiri. Dengan desahan keras dipenuhi rasa lelah, Tadashi membuka pintu dan melangkah masuk. Menyeberangi ruangan dengan langkah kakinya yang panjang-panjang dan menjatuhkan diri pada sofa. Bahkan bernapas terasa sangat menyesakk

