"Kamu sudah baikan? Apa yang sakit?" Tadi kata Alesha, Klarybel sudah siuman saat Leon berada di kantor mengurus pekerjaan yang memang tidak bisa ditinggalkan. Klarybel kembali istirahat setelah mengisi perut dan meminum obat. Dokter menganjurkan Klarybel agar tidak banyak gerak dulu, nanti luka di pinggangnya kembali berdarah. "Mau minum?" Leon langsung mengambilkan air, membantu Klarybel minum dengan perlahan. Klarybel tersenyum singkat, lalu matanya berkaca-kaca. "Anak kita beneran baik-baik aja kan?" tanyanya dengan suara serak dan kecil. Wajah Klarybel memerah menahan tangis, dia sangat takut membahayakan bayinya. "Aku menyesal sudah keras kepala. Maafin aku. Dia masih hidup di dalam sini kan, Mas?" Leon mengangguk, menggenggam tangan Klarybel erat. Mengecup beberapa kali. "Dia sel

