"Geo, Mama minta tolong panggilkan Papa di ruang kerja. Sekarang, Sayang." Klarybel mengingit bibir bawahnya, menahan sesuatu yang sejak tadi menyakitinya. Tidak ingin Geoffrey melihat mamanya kesakitan, nanti anak itu jadi takut. Geoffrey menganga, lalu ikutan ingin menangis ketika melihat Mamanya meringis. Dia kadang mengerti jika Klarybel sedang sakit. Namanya juga ikatan antara seorang ibu dan anak. "Mama, nanapa? Tatit ya?" Bibirnya maju, berusaha mendekati Klarybel meski ragu dan takut sekali. "Tolong panggilkan Papa dulu, Sayang. Mama baik-baik aja." "Mama lalah." Menunjuk ke arah lantai kamar mandi, sudah ada darah yang menetes. Cairan merah itu rembes dari pangkal paha Klarybel. Sejak acara makan malam di kediaman Gladis, dia sudah merasa tidak enak badan. Inisiatif sendiri min
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


