Flashback. Lagi-lagi hari ini Ibu Kota sedang diterpa badai. Hujan turun sangat deras, membasahi permukaan bumi yang semulanya kering dan berdebu. Tadi niatnya setelah mengurus kerjaan ingin berbelanja barang kebutuhan kantor, namun urung karena takut melihat angin yang bertiup kencang. Lebih sial, Klarybel sengaja menaiki motor maticnya untuk menghindari kemacetan jalan. Kalau saja tahu akan turun badai, Klarybel tidak nekat jalan-jalan sendiri. "Nona baik-baik aja?" Gema menyambut Klarybel dengan handuk kecil, bantu membawakan tasnya hingga ke ruangan. "Sudah saya bilang, cuaca sore ini hujan. Tapi Nona ngeyelan, akhirnya basah kuyup begini kan!" Dia menggerutu. Nanti jika Klarybel sakit, dia merasa bersalah pada Devano. Klarybel beberapa kali bersin, berusaha mengeringkan rambut. W

