Pagi harinya, Lara terasa sangat pusing, dia tidak biasa bergadang, ditambah dengan perdebatannya dengan Dimas. Membuat Lara semakin kesusahan untuk tidur, dia bangun dan mengaca. Disekitaran matanya menjadi menghitam seperti panda. Lara segera pergi ke kamar mandi, kemudian wudhu dan bersiap untuk menunaikan ibadahnya. Setelah selesai, dia melihat Dimas bangun dari tidur lelapnya. Lelaki itu bangkit, kemudian keluar dari kamar. Dimas berlagak seperti tidak terjadi apa-apa diantara mereka. Lara melapangkan hatinya, tak apa jika Dimas demikian karena dia juga bisa. Bisa mendiamkan Dimas, tidak perduli pada lelaki itu, dia bisa. Saat Lara hendak keluar kamar, mereka malah bertemu di pintu. Suasana menjadi canggung, kala Lara ingin lewat ke kiri Dimas ikut, dan seterusnya. Sementara secar

