"A-apa?!" Theona benar-benar terkejut dengan manik mata yang membola, "Ti-tidak. Tu-tubuhku masih terasa sakit dan kepalaku masih terasa sangat pusing," imbuh Theona panik. "Benarkah? Bahkan suaramu saja sudah terdengar lebih bersemangat." Ikosagon tidak berencana untuk menuruti perkataan istrinya. Ia lebih senang mengerjai Theona daripada menuruti permintaannya. Syukur-syukur, ia bisa melakukannya saat itu juga. Kalau tidak, ya sudah. Paling-paling ia terpaksa harus menahannya sampai istrinya sembuh. Meskipun demikian, ia tidak akan menyewa wanita mana pun karena sudah berjanji untuk berhenti. Berjanji pada dirinya sendiri, pada wanita yang ia nodai, dan janji pada ayahnya. "Ah! Uhuk-uhuk! Selain tubuhku dan kapalaku yang terasa sakit, aku juga batuk. Leherku benar-benar sakit dan aku

