Theona mengangkat kepalanya menatap Wolf terkejut. Ia menggelengkan kepalanya kuat-kuat dan menjawab, "Bagaimana bisa? Bagaimana bisa aku melakukan itu padamu, Wolf?" "Kenapa tidak bisa? Bukankah akan lebih baik daripada harus menikah dengan pria asing yang sama sekali tidak kau kenali?" tanya Wolf menggebu. Air matanya mengalir begitu saja dari pelupuk mata teduhnya. "Bisa saja aku melakukannya, tapi bagaimana dengan kau?" sanggah Theona. Ia pikir, ia tidak boleh egois. Jika ia menikah dengan Wolf sebagai ganti atas investasi yang pria itu berikan. Lalu, bagaimana dengan pria itu? Bagaimana bisa ia membiarkan Wolf menikah dengan wanita yang tidak dicintainya? "Bagaimana apanya? Apa masalahnya denganku?" tanya Wolf dengan dahi yang berkerut dan raut bingung. "Bagaimana bisa kau menika

