Epilog

354 Kata

Bunga-bunga bermekaran, menebarkan aroma harum yang memikat kupu-kupu. Rerumputan hijau membentang sejauh mata memandang. Bukit-bukit pun tampak berjejer indah mengelilingi sebuah danau. Hari yang indah dengan sinar matahari yang bersinar cerah. Seorang bocah laki-laki sibuk mengejar anak kelinci yang meloncat lincah. Bocah itu pantang menyerah, ia terus saja berlari sembari menjerit-jerit riang. Tinggal beberapa langkah lagi maka ia akan.... Terjatuh. Wajah sang bocah mencium rerumputan. Ia tak berhasil mendapatkan buruannya. Mendongak. Ia tak melihat kelinci itu di mana pun juga. Kesal karena tak bisa mendapatkan kelinci mungilnya. Bocah itu pun menangis. Dua titik merah muncul di pipinya seiring dengan air mata yang mengalir. ″Kelinci!″ raungnya. ″Kelinciku!″ ″Ini.″ Diam. Bocah i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN