Terengah-engah, Alvar berusaha menemukan keberadaan Eleanor dan Natas. Sekuat tenaga Alvar berlari melintasi semak-semak berduri. Benaknya penuh dengan pelbagai pikiran buruk; Eleanor yang akan diseret paksa oleh prajurit Winterland, Natas yang kemungkinan besar akan langsung menyerang manusia mana pun yang berani menyentuh Eleanor, dan segala hal buruk yang akan dibisikan sang imam agung ke telinga Alaskus. Sebisa mungkin Alvar harus mencegah sang imam agar dia tidak bisa menemukan Eleanor. Terlebih gadis itu memiliki sosok segarang Natas. Tentu, tidak diragukan lagi, Natas memiliki kecenderungan menyakiti manusia yang tidak disenanginya. Dia pemuda yang sehat; memiliki tubuh bugar, pandai berkelahi, dan mungkin Natas akan langsung lolos menjadi calon kesatria. Natas terlalu sempurna.

