Kisha menepati janjinya. Naga itu bersedia mengantar Eleanor dan Natas sampai batas luar perbukitan berduri. Dengan begitu Eleanor bisa bernapas lega karena dia tak harus merasakan siksaan sarkatis dari Natas. Berada di atas punggung mahluk setua Kisha, gadis itu merasa amat beruntung. Kulit Kisha mirip penampang kulit reptil; kasar, keras, dan tak ada hawa yang bisa Eleanor rasakan di bawah telapak tangannya. Duduk dan menyentuh kulit seekor naga membuat Eleanor berpikir bahwa Arkie, pemuda itu mengatakan hal yang benar, dunia luar memang indah. Angin berembus dan menerbangkan tiap helai rambut pirang Eleanor, kadang gadis itu mendengar desing angin yang menyatu bersama gerak sayap Kisha. Benar-benar menakjubkan. ″Huh,″ dengus Natas, ″melihat naga yang seperti ini saja sudah membuatmu

