Pria itu seperti sedang meyakinkan Keysha mengenai perasaan mereka berdua. Ternyata Riga bisa bersikap lembut kepada perempuan yang dia cintai. Sesuatu hal yang baru saja Vara ketahui. “Tapi aku takut, Mas,” tutur Keysha dengan raut wajah yang sudah tampak memelas. Ada sebuah rasa ketakutan tersendiri di dalam diri perempuan itu. Namun, di satu sisi hatinya, tentu saja dia sangat mendambakannya. Ucapan yang keluar dari mulut Riga tentunya membuat sudut hatinya seakan tersanjung karena ternyata perasaan pria itu juga sama dengan perasaannya. Keysha merasa senang karena nama Vara ternyata tidak berarti apa-apa bagi seorang Auriga Dipta. “Apa yang kamu takutkan, hhmm …?” tanya Riga dengan suara yang terdengar lembut. Di telinga Keysha tentunya suara itu sangat lembut dan seperti sanga

