“Aku minta maaf … maaf kalau ucapan ku waktu itu nyakitin kamu. Jujur aja, aku nggak pernah ada niat untuk menghina kamu. Saat itu aku benar-benar marah dan nggak bisa ngontrol diriku sendiri, makanya aku nggak sadar kalau udah ngomong kasar sama kamu,” ucap Riga mencoba menjelaskan kepada Vara. Mungkin inilah saat yang tepat untuk dia meminta maaf kepada istrinya. Ia tahu, mungkin akan sulit mendapatkan maaf dari perempuan itu. Namun, paling tidak dia sudah berbicara dan tentu saja dia sangat berharap jika Vara akan memikirkan dan merenungkannya. Niatnya tulus dan dengan menurunkan segala egonya dia mencoba membuka suaranya untuk meminta maaf kepada istrinya. Vara tampak mematikan alat pengering rambut itu, dan meletakkannya di atas meja riasnya. Kemudian dia bangkit dari duduknya dan

