"sini, duduk" Aga menepuk tempat kosong disebelahnya. Dengan canggung Sea duduk disebelah Aga, meskipun sudah memaafkan rasanya Sea benar-benar gugup sekarang. Bagaimapun, sosok Aga yang sekarang berbeda dengan Aga yang dia kenal saat dipanti. Aga yang ada disampingnya sekarang ini benar-benar sosok dewasa yang penuh karisma, rasanya lutut Sea begitu lemas. Mata Sea membulat, jantungnya terasa melompat saat Aga menarik dirinya kedalam pelukan. "aku kangen banget sama kamu Se, demi apapun" lirih Aga sambil mengecup kepala Sea yang ada di dadanya "seminggu ini aku cuma bisa jadi mata-mata kamu, ngeliat kamu dari jauh. aku gak suka" lanjut Aga lagi. Dalam diam Sea menarik senyumnya, bersyukur bahwa bukan hanya dirinya yang memikirkan dan merindukan Aga, ternyata Aga juga begitu. "Se"

