Sudah tidak terhitung berapa kali Alea menguap. Semalam dia bebadang dan pagi-pagi Aga sudah menjemputnya. Padahal, libur kuliah hari ini ingin dia pakai untuk agenda tidur seharian. "Tidur sayang, nanti aku bangunin" Aga meraih tangan kanan Sea, mengecupnya lalu terus di genggam, sedangkan sebelah tangan lagi fokus kepada kemudi. "Tidur juga susah. Gak nyenyak, bisa denger ini itu" kesel Sea. Atau lebih tepatnya, Sea sedang rungsing. Dia mengantuk, tapi tidak bisa terlelap. Matanya terpejam tapi indranya yang lain aktif. Aga kembali mengecup tangan Sea "maaf ya" "Emang kita mau kemana sih? Pagi banget. Aku baru tidur jam empat loh" "Jam empat?!" Suara Aga meninggi. Matanya langsung menatap Sea setelah mobil berhenti di lampu merah. "Hmm" "Kamu ngapain? Teleponan sama cowok lain?"

