Sea mengulum senyum, wajah suaminya masih cemberut. "masih kesel?" tanya Sea sambil menyenderkan tubuhnya ke Aga. Mereka sudah ada di mobil menuju panti yang di maksud Stephanie. Aga menghela napas kasar, menunduk untuk melihat wajah istrinya. "masih" jawabnya. "Dinda kan gak tahu kalau aku istri kamu" Sea balas menatap Aga. "ya aku gak suka aja, dia terlalu cerewet, banyak tanya, apalagi hal pribadi. Gak sopan" "terus gimana biar gak kesel lagi?" "cium" plak Sea memukul paha kiri Aga "tuman" "sama istri sendiri ini" "malu ih. Ada Pak Sugeng" Sea melirik kearah depan. Ke bangku supir. "ya Pak Sugeng kan liat jalan, bukan liat kita" "tetep aja malu. Kaya gak tahu tempat" "cuma cium doang ih. Bukan nananina skidikap" Sea langsung tertawa mendengar ucapan Aga. Perutnya bahkan sa

