Nay menatap dua bola mata suaminya yang mulai memerah karena Andreas merasa kecewa jika Nay tidak mempercayai kesetiaannya. “Iya sayang... Mami percaya, maaf kalau menyakiti perasaan Papi.” Nay merasa bersalah. “Iyaaa sayang, ya sudah jangan bahas ini lagi ya! Perjalanan kita masih panjang untuk mengarungi bahtera rumah tangga, jadi harus saling sayang, cinta, percaya, dan kompak....” Andreas tersenyum kembali. “Intinya harus selalu menjaga komunikasi antara kita!” Andreas meyakinkan Nay. “Iya sayang, nih makan lagi!” Nay kembali menyuapi suaminya. Nay dan Andreas kembali berbincang sambil menunggu waktu Andreas kembali bekerja. Nay menceritakan tentang keponakan Mpok Leila yang akan melamar perkerjaan menjadi supir pribadi Andreas. “Wah bagus tuh, ya sudah nanti sampaikan sama Mpok

