51. Perjalanan Ketiga

1483 Kata

Jakarta, 4 tahun kemudian. Pagi yang cerah menghangatkan kota Jakarta. Seorang anak perempuan terlihat duduk termenung di samping kolam renang sambil merendam kakinya ke dalam air. Sesekali ia menatap indahnya langit biru dan awan yang melayang bagaikan lukisan abstrak yang melambaikan tangannya pada sang mentari. Dalam memorinya masih teringat wajah cantik bidadari yang pernah merawatnya dengan penuh kasih sayang. Bidadari yang dikirim Tuhan menggantikan peran malaikat tak bersayap yang kini sudah berada di surga. Ia kehilangan dekapan hangat dan belaian lembut penuh kasih sayang dari seseorang yang ia sebut Mami. Sejak dibacakan dongeng malam itu, ia tidak lagi melihat seseorang yang ia kenal dengan panggilan Mami. Bahkan guratan abstrak pensil warna di atas buku mewarnai, ia simpan hi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN