Malam minggu ini Andreas mengajak Maira makan malam. Andreas berpenampilan rapi dan maskulin. Duda keren yang karismatik berhasil membuat hati Maira mencair. Ia sudah sampai di depan rumah Maira dan langsung memencet bel, kemudian menunggu di depan rumah Maira. “Kenapa gue deg-degan gini ya? Gue kan udah pernah menikah, ah... Entahlah mungkin gue ini, duda rasa perjaka... Hahaha... Asik enggak tuh? Mikir apa sih Andre?” Anddeas berbicara dalam hatinya yang mulai gundah, ia tersenyum dan geli dengan kata-katanya sendiri. Tak lama kemudian Maira membuka pintu. Ia memakai gaun panjang warna maron kesukaannya. Maira terlihat cantik, anggun, dan sexy. Walau berbeda dengan Nay yang mengenakan hijab, Andreas tetap menghargai Maira. “Hai, Ndre!” Maira tersenyum pada Andreas. “Wah... Cantik ba

