Andreas bersiap menjemput Maira sebelum ia pergi ke kantornya. Namun perasaan deg-degan tengah menyelimuti hati Andreas yang hendak menjemput Maira. “Kenapa gue jadi gugup?” Andreas heran terhadap perasaannya. Ia teringat saat pertama kali berboncengan motor dengan Nay ke Monas. Pertama kali Andreas merasa gugup dengan lawan jenis. Kini setelah sekian lama menduda, ia merasakan getaran pertamanya pada seorang wanita. Entah karena belum terbiasa atau karena sudah terlalu lama menutup hatinya. Andreas sudah sampai di depan rumah Maira. Ia memencet bel dan menunggu di depan pintu. Ketampanan Andreas memang sudah tidak diragukan lagi. Ia memang sangat menawan. Tubuh tinggi proporsional, kulit putih bersih, rambut rapi, sorot mata yang indah, berpakaian rapi, dan wangi. Memiliki senyuman yan

