Andreas berlari menghampiri dokter. “Dokter, saya suami Nayela... Bagaimana kondisi istri saya Dok?” Andreas benar-benar gundah dan khawatir akan keselamatan istrinya. “Kami sudah berjuang dengan semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkehendak lain, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya, dengan berat hati kami harus menyampaikan hal ini, istri Anda tidak dapat kami selamatkan.” Dokter wanita itu menatap Andreas dan menepuk pundaknya. Andreas terpaku tak berdaya, tatapannya kosong, napasnya sesak, seakan tak percaya, ia berpikir ini hanya mimpi yang sebentar lagi akan terbangun dan berharap Nay berada di sampingnya. Namun sekali lagi suara dokter yang berada di sampingnya mengingatkan Andreas bahwa ini kenyataan. “Pak... Anda yang tabah ya!” Dokter ikut bersedih. “Innalillahi wa innailaihi

