Andreas dan Maira masih berada di dekat maket mega proyeknya. Andreas bingung melihat Maira yang seolah terpaku melihatnya. “Mai? Maira...?” Andreas melambaikan tangan di depan mata Maira. “Eh... Itu... Maaf Pak Andre! Saya jadi malu, permisi.” Maira menunduk dan kikuk menatap Andreas. Maira langsung berlalu dari pandangan Andreas. “Hah? Aneh banget! Hahaha... Ada-ada saja.” Andreas merasa ingin tertawa melihat Maira yang bengong menatap Andreas. “Setampan itu kah gue? Duda keren kali ya? Nay... Maafkan suamimu ini, gue enggak bermaksud genit pada perempuan lain.” Andreas menggelengkan kepalanya sambil berbicara dalam hatinya, seakan sedang berbicara pada Nay. Maira yang merasa malu dengan sikapnya langsung pergi menjauh dari Andreas. “Mai... Come on! Bisa-bisanya aku grogi banget li

