Pagi ini Wirawan mengantar Andreas ke Stasiun. Andreas akan berangkat untuk meraih masa depan di kota Jogjakarta. Wirawan dan Andreas duduk di kursi yang berada pada peron untuk gerbong yang akan dinaiki Andreas. Hati Andreas berdebar, ini pertama kalinya Andreas merantau dan tidak tinggal bersama ayahnya. Andreas berharap ia akan meraih masa depannya di Jogjakarta. Begitu pula dengan Wirawan, ia merasa kesepian tanpa Andreas dan Yudhis dalam rumahnya. Namun semua demi masa depan dan kebaikan anak-anaknya, maka Wirawan hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka. Suara tanda kedatangan kereta membuat hati Andreas semakin berdebar. Petualangannya ke kota Jogja akan segera dimulai. Kereta pagi menuju Jogjakarta sudah tiba. Kini waktunya Andreas berpamitan pada ayahnya. “Ayah... Maafkam

