82. Resmi Jadi CEO

1608 Kata

Indira berdiri di depan cermin dengan balutan setelan kerja berwarna krem lembut, rambutnya ditata sederhana namun elegan. Wajahnya terlihat tenang, tetapi sorot matanya menyimpan getar haru dan tekad yang kuat. Hari ini bukan sekadar hari kerja biasa. Hari ini adalah hari kembalinya Indira Akbar ke perusahaan keluarganya sendiri yaitu Akbar Group. Arman berdiri di belakangnya, memperhatikan istrinya dengan senyum bangga. “Siap, Bu CEO?” godanya ringan. Indira menoleh, tersenyum kecil. “Masih nggak percaya, Mas. Rasanya kayak mimpi.” Arman mendekat, merapikan sedikit kerah blazer Indira. “Ini bukan mimpi. Ini hasil dari keberanian kamu bertahan.” Indira menarik napas panjang. “Doakan saya ya, Mas.” “Selalu,” jawab Arman mantap. Indira mendekat lalu memeluk Arman. Sepertinya ini adal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN