Chapter 24

1104 Kata

“Ngelamun aja, lagi ada masalah ya di butik?” Ily tersentak kaget saat tiba-tiba merasakan elusan lembut di pucuk kepalanya. Namun sesaat kemudian ia tersenyum mendapati suaminya yang sedang berdiri di sampingnya dengan senyuman yang selalu terlihat manis. Ily menggeleng kecil kemudian menarik lembut tangan Alian agar ikut duduk di sampingnya menikmati pemandangan malam dari balkon kamar mereka. “Gak papa kok, lagi menikmati angin malam aja.” Alian mengangguk paham. Tangannya merangkul mesra bahu Ily memberi kehangatan. “Sayang,” panggil Ily terdengar manja. Alian tersenyum, meskipun sudah memiliki tiga orang anak, istrinya ini tetap terlihat menggemaskan setiap kali memanggilnya dengan nada seperti itu. “Kenapa Sayang?” “Aku kangen lihat kamu jadi pilot,” ucap Ily terdengar ragu. Sebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN