Mia mempercepat langkahnya menaiki lift menuju lantai paling atas gedung kantor ini. Tangannya dengan geram menggenggam file yang baru ia terima beberapa saat yang lalu. Tanpa sabar, dengan cepat ia membuka pintu besar berwarna emas itu tanpa mengetuknya terlebih dahulu, tanpa memedulikan sekretaris ibunya yang memanggil namanya. “Maksud Mama apa?” tanya Mia dengan suara cukup meninggi sembari melemparkan map berisikan file-file yang ia terima diatas meja kerja Anita. Anita yang melihat kedatangan Mia secara tiba-tiba dibuat kaget. “Mama mau pindahin aku ke Bandung dan ngurus perusahaan cabang kita disana?” tanya Mia dengan nafas yang memburu menahan emosi. “Mama lakuin ini buat kebaikan kamu?” ucap Anita memberi pengertian. “Aku kan udah bilang, aku bakal kerja tapi bukan yan

