Mata Alex memandang serius televisi di restorannya. Ia membaca kembali breaking news mengenai kasus pembunuhan yang kembali terjadi. Pengunjung di restorannya juga tampak serius menyimak di luar. "Pelakunya belum tertangkap?" ujar Amanda masuk ke ruangan tempat Alex biasa istirahat setelah sesi jam makan siang. "Kau belum kembali ke Boston?" tanya Alex menatap heran Amanda yang masih berada di New York. "Rei ingin berbelanja. Aku menemaninya tadi," ujar Amanda dengan nada lemas. Ia bahkan telah duduk di sofa dalam ruangan Alex. Memijat kakinya yang pegal, karena sibuk berkeliling bersama Rei. "Terus mana Rei?" Clek. Belum sempat Alex mendapat jawaban sebelum pintu ruangannya terbuka dan memunculkan sosok Rei yang menenteng kantong belanjaan berbagai merek terkenal. "Halo Alex," sa

