Tidak banyak orang yang berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Hanya orang beranilah yang mampu melakukan hal itu. Namun sayang, tidak banyak orang berani yang tersisa di dunia ini. Kebanyakan orang lebih suka mencari alasan untuk menutupi apa yang mereka lakukan. Orang-orang yang lupa jika segala perbuatan datang dengan sebuah konsekuensi. “Kamu salah., Nyonya.” Tina menggeram kesal, “Dia mencintaiku, tapi dia takut padamu dan karena itulah dia masih tetap bertahan. Pada akhirnya, Anda lah tempatnya singgah, sedang aku selalu menjadi tempatnya pulang. setiap merasa lelah dan tertekan, dia akan datang padaku. Itulah kenyataan dan dia selalu mengatakan mau meninggalkan Anda.” Lanjut Tina dengan penuh percaya diri, sedang Wisnu segera berdiri dan mengambil tempat di hadapan perempuan i

