Tidak ada yang akan selalu bersamamu hingga ajal menjemput. Orang yang datang bisa saja pergi. Ada pertemuan, berarti ada perpisahan. Begitulah hidup dan seharusnya kau siap dengan semua perubahan yang tak mungkin bisa kau hindari itu. Namun sayang, ketika kau menghadapi segala perubahan itu, kau baru tahu jika kau tak sekuat yang kau pikirkan. Hati Lestari yang seharusnya tenang, kini mulai berkecamuk. Dia sadar benar jika tidak seharusnya dia merasa seperti ini. Namun mendengarkan semuanya langsung dari bibir Wisnu membuat hatinya hancur untuk yang kesekian kalinya. Harusnya, amarah menguasai diri, bukan malah sakit hati, dan bersedih. Namun sayang, Lestari seolah tak mampu mengendalikan hati. “Tari” kata pria itu lagi. Membuyarkan lamunan Lestari. Sedang pria itu menatap lurus ke depa

