Yasmin membaringkan tubuhnya. Tapi dia tidak tidur. Kedua matanya yang indah, sedikit membengkak. Sebab, sedari tadi dia menangis. Yasmin menangisi nasibnya yang baru saja dicerai oleh suaminya. Dicerai tanpa kesalahan apa pun. Diduakan Darius memang sakit. Tapi lebih sakit lagi ketika dia menyadari bahwa pernikahannya telah kandas. Dia seperti sedang kehilangan arah. Tak tahu harus melangkah kemana. Ponselnya berdering. Dia mengambil ponselnya dan melihat layarnya. Sebuah telpon dari Darius. Karena tidak mau hatinya jadi lebih sakit hati, Yasmin pun memilih untuk tidak menerima panggilan itu. Dia menebak bahwa Darius akan mencacinya lagi gara-gara kejadian tadi siang. Menurutnya, mungkin Darius belum puas. Yasmin meletakan ponselnya lagi. Tapi baru beberapa detik, sebuah notifikasi

