Wisnu menatap lekat wajah gadis pemberani yang kini berada di hadapannya. Gadis yang sejak awal sudah mencuri perhatian dan perasaannya. Gadis yang entah mengapa seakan enggan mengakui kalau Wisnu menyukainya. Wisnu dan Rully hanya berdua di dalam bilik tempat ruangan karantina itu karena mereka berada di bilik yang bersebelahan. Tentu Wisnu mendatangi ke tempat Rully untuk menenangkan perempuannya itu. “Rully, tenang, ya. Kau akan baik-baik saja di sini,” lirih Wisnu setelah pemeriksaan fisik selesai dan mereka sekarang berada di dalam bilik-bilik dalam sebuah ruangan besar tempat karantina tentara tim penyelamat. “Wisnu, kenapa kamu sangat memperhatikanku? Padahal aku sering cuek dan seakan tak peduli padamu,” tanya Rully yang kemudian duduk di pinggir kasur pasien yang sudah disiapkan

