Dalam keadaan yang kalut, justru Kapten tidak bisa berpikir dan bertindak. Dia khawatir dengan anak buahnya yang ditawan zombie, tetapi dia juga sangat khawatir dengan nasib mereka semua yang berada di helikopter. Di samping itu, Tegar dan Pilot Wahid berhasil membuat indikator lintas udara otomatis itu kembali berfungsi. Mereka merasa senang karena tepat dalam kondisi genting dan helikopter bisa dioperasikan kembali. “Sudah selesai!” seru Pilot Wahid dan Tegar secara bersamaan. Kapten menatap ke arah mereka akan bingung akan menolong tentara tempe yang saat ini disekap oleh zombie bermata merah itu atau justru pergi meninggalkan atap gedung begitu saja. “Kita selamatkan dia,” ucap Kapten yang terdengar tidak yakin. “Jangan, Kapten. Kalau ke sana, pasti habis kita semua. Jangan sampai

